Katanya Pejuang dan Pahlawan, Dengar Keinginan Nangis Sesegukan

Jaksa KPK Meyer Simanjuntak menyampaikan pantun Sebagai mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo/SYL Hingga ruang sidang Lembaga Proses Hukum Tipikor Jakarta, Senin (8/7/2024). Foto: SINDOnews/Riyan Rizki Roshali

JAKARTA – Jaksa Komisi Pemberantasan Kejahatan Keuangan (KPK) Meyer Simanjuntak menyampaikan pantun Sebagai mantan Pembantu Kepala Negara Agrikultur (Mentan) Syahrul Yasin Limpo/SYL Hingga ruang sidang Lembaga Proses Hukum Tipikor Jakarta, Senin (8/7/2024). Di itu, Jaksa membacakan replik atau tanggapan atas nota pembelaan (pleidoi) SYL sebagai terdakwa Peristiwa Pidana Hukum dugaan gratifikasi dan pemerasan anak buah.

“Kota Kupang, Kota Balikpapan. Sungguh indah dan menawan. Katanya pejuang dan pahlawan, dengar Keinginan nangis sesegukan,” ujar Meyer.

Dia menilai pleidoi yang disampaikan SYL hanya berisi keterangan yang sifatnya pembenaran. Pernyataan SYL Ke nota pembelaannya Menunjukkan bahwa kader Partai NasDem itu hanya ingin Berlari Di tanggung jawab.

“Hal tersebut dapat kami pahami mengingat begitu berlimpahnya alat bukti yang penuntut umum hadirkan, sedangkan pembelaan Di terdakwa hanya bersumber Di keterangan terdakwa sendiri yang mempunyai hak Sebagai mengingkari dan keterangan keluarga terdakwa yang sudah pasti membela terdakwa Kendati bersalah,” ungkapnya.

Ke persidangan Sebelumnya, JPU menuntut SYL Bersama hukuman pidana penjara Di 12 tahun. SYL Disorot terbukti bersalah telah melakukan pemerasan Pada anak buahnya Hingga lingkungan Kementerian Agrikultur (Kementan).

Keinginan hukuman itu dilayangkan JPU Di sidang beragendakan Keinginan atas Peristiwa Pidana dugaan pemerasan dan gratifikasi Hingga lingkungan Kementan yang digelar Hingga Lembaga Proses Hukum Tipikor PN Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2024).

“Memutuskan pidana Pada terdakwa Syahrul Yasin Limpo berupa pidana penjara Di 12 tahun dikurangi Di terdakwa berada Di tahanan dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider pidana kurungan Di 6 bulan,” ujar JPU Di membacakan surat Keinginan.

Jaksa juga meminta Majelis Hakim mengenakan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp44.269.777.204 dan USD30 ribu. Uang itu bisa dibayar SYL maksimal 1 bulan Setelahnya Menyambut hukuman inkrah.

“Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti Di waktu 1 bulan Setelahnya putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita Bersama Jaksa Sebagai dilelang Sebagai menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak mencukupi Sebagai membayar uang pengganti maka dijatuhi pidana penjara Di 4 tahun,” katanya.

(jon)

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia Ekonomi & Usaha News: Katanya Pejuang dan Pahlawan, Dengar Keinginan Nangis Sesegukan